Wednesday, March 5, 2014

Rainbow Cake Kukus

Bahan:
375 grm tepung terigu( 325gr tp, 25gr susu bubuk, 25gr tp maizena)diayak sisihkan
525 gula pasir
15 butir telur
112,5 ml mentega leleh
1 sdt vanili
1 sdt garam
1 sdt emulsifer
125 gr selai sesuai selera (sy pakai blueberry)

Bahan Batter Cream:
80 gr mentega putih/ tawar
80 gr mentega
100 gr gula halus (ayak)
1 sdt essen vanilla

cara buat butter cream:
kocok semua bahan hingga benar2 tercampur n halus

Pelengkap:
coklat cip warna wari/ buah cerry
keju parut 1 saset kecil

Cara membuat:
Kocok gula pasir , telur, hingga menjadi adonan yg halus, kemudian tambahkan vanili, garam dan emulsifer. kocok adonan hingga tampak mengembang.
Campurkan terigu yg telah diayak dan mentega hingga rata sisihkan
kemudian bagi adonan menjadi 6 bagian yg diberi warna.
kukus tiap bagian kurang lebih 15-20 menit, angkat.sisihkan hingga tiap bagian matang semua.
susun sesuai tiap bagian sesuai warna selera dan tiao bagian diolesi selai.
kemudian ratan tepi  cake. dan mulai mengolesi  bagian paling atas dg batter cream.
dan hias sesuai selera.
selamat mencoba

Thursday, May 19, 2011

Hot Chicken Soup

MATERIALS:
• 400 grams chicken fillets, cut small
• Button mushrooms 150 grams, cut 2
• Baby corn 200 grams, cut about 4 cm
•
Lemongrass 4 stalks, chopped
• 10 pieces of red chili pepper
• 2 pieces of red pepper, chopped
• 3 cm galangal, chopped
• lime leaves 6 pieces
• 1 tsp black pepper, crushed coarse
• lemon juice 60 ml
• 50 ml fish sauce
• 1 tsp Sugar
• 1 teaspoon salt
• 1200 ml of liquid broth
 
HOW TO MAKE:
1. Boil broth and then add the lemongrass, chilli, pepper powder, galangal and kaffir lime leaves, stir until average.
2. Add chicken & baby corn and cook until chicken is tender
3. Add the sugar, salt and fish sauce, stir and bring to a boil.
4. Add button mushrooms & lemon juice, stirring until smooth. Cook for about 5 minutes, lift
5. Pour the soup into bowls and serve warm.

Chicken Cream Soup

Material:
• 1 piece of boneless chicken breast
• 1 / 2 potatoes
• 100 ml of milk formula that has been disbursed
• 1 tbsp grated cheddar cheese

 
Directions:
1. Cut a small little chicken breasts, boiled until half cooked
2. Diced potatoes, boiled or steamed
3.
Flush milk, chicken and potatoes until cooked, stir well, add grated cheese
4. Ready to serve.

Spicy Crab Acid

Material:
4 tail Crab medium
1 / 4 thumb galangal, crushed
Leaves 2 stalks green onion, chopped
2 pieces of orange juice, water taken
1 stick
lemongrass
3 sheets of orange leaves
1 cup Water
1 tbsp fish sauce
1 teaspoon salt
Cooking oil, for sauteing
 

Spices that:
5 red chilies
5 cloves Shallots
1 item Pecan

 
How to cook:
1. Boiled crab, then open the shell and clean the gills, split into 2 parts
2. Saute the spice paste, galangal, lime leaves, lemongrass until fragrant and then add the fish sauce and scallions just enter the water
3. Enter the crab and cook over low heat until the spices seep
4. Prior to his appointment put lime juice

Monday, May 2, 2011

10 Tahap Penting Perkembangan Bayi

Gerakan bayi baru didominasi oleh gerak refleks. Dengan berkembangnya sistem saraf, di usia 2 bulan gerakan refleksnya berkurang, dan kemampuan kognitif serta sosial bayi berkembang pesat. Berikut ini 10 tahap perkembangan penting bayi  Anda:   

1. Tengkurap(usia 3 - 4 bulan). Tengkurap terjadi ketika bayi berhasil bertumpu pada perutnya dan bertahan pada posisi tersebut beberapa saat. Anak tengkurap diawali dengan kemampuan memiringkan badannya ke kanan dan ke kiri, lalu ia belajar berguling di usia 1,5 – 2 bulan. Bayi Anda belajar tengkurap pertama kali pada satu sisi, dilanjutkan di sisi lain, kemudian berbalik lagi. Ketika mencapai usia 3-4 bulan, saat otot lehernya semakin kuat  ia dapat berbaring telentang dengan memandang lurus ke depan. Lengan dan kakinya pun lebih bebas bergerak sejalan dengan kemampuannya menggerak-gerakkan kepalanya. Ia juga mulai berlatih berguling dan mengangkat kepalanya dalam posisi tengkurap. Baru di usia 5 bulan ia bisa tengkurap sendiri.

2. Mengangkat kepala(usia 4 bulan). Di usia 2 bulan bayi Anda mampu mengontrol gerakan leher dan kepalanya. Ia dapat mengangkat kepala membentuk sudut 45 derajat dengan cara bertopang pada kedua tangannya saat usiannya 3 bulan. Di usia 4 bulan, bayi bisa mengangkat kepalanya dengan sudut lebih besar yaitu 90º dalam posisi tengkurap. Kemampuan mengangkat kepalanya ini membantu melatih ketajaman penglihatannya. Ia pun mulai menengadahkan kepalanya untuk mencari Anda bila mendengar suara Anda.
  
3. Teriak gembira(usia 4-5 bulan). Pernahkan Anda mendengar si kecil mengeluarkan suara dengan nada tinggi penuh kesenangan saat berhasil meraih benda yang diinginkan atau ketika ia merasa senang dengan kehadiran Anda? Di awal hidupnya, suara-suara yang dikeluarkannya merupakan respons tubuhnya terhadap emosi saat itu. Namun di usia 4 bulan ke atas, bayi mengeluarkan suara dengan tujuan lebih jelas. Ia akan berteriak dengan gembira bila berhasil mencapai keinginannya. Suara yang dikeluarkannya adalah sarana untuk mengungkapkan perasaannya atau berkomunikasi dengan orang-orang di sekelilingnya. Masa berceloteh ini memang sangat dinikmati si kecil. Perhatikan saja saat ia melakukan aktivitas sehari-hari, Anda akan mendengar celotehannya. Ia akan mengeluarkan suara yang menyerupai huruf hidup seperti “aaaahh”, “uuuhhh”, “aaiii.”

4. Memegang dua benda di dua tangan ( usia 7–8 bulan). Di usia 4–5 bulan, keduanya tangan anak semakin terampil. Bila Anda memberinya mainan berwarna cerah, ia akan menggerakkan lengan dan tangannya menggapai ke arah mainan tersebut. Gerakan menggapai ini melatihnya untuk meraih lalu menggenggam dan memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lain. Di usia 7-8 bulan, keterampilan jari-jemari si kecil meningkat. Ia akan menggunakan tangan yang berbeda untuk tujuan berbeda. Satu tangan digunakan untuk bereksporasi, sementara tangan lain untuk memegang. Perhatikan, bila satu tangannya memegang mainan kemudian tangan satunya diberikan mainan lain, ia tetap akan memegang mainan pertamanya namun tangan yang satu mengambil mainan yang Anda tawarkan itu. Jika ada Anda memberikan sebuah mainan lagi, salah satu mainan yang sedang dipegangnya itu akan dibuangnya kemudian ia akan mengenggam mainan ketiga yang Anda tawarkan itu.
  
5. Duduk (usia 7-8 bulan). Tonggak perkembangan yang mengagumkan dari seorang anak adalah saat ia bisa duduk sendiri. Ketika otot-otot punggung dan lehernya sudah cukup kuat untuk menopang tubuhnya, ia belajar duduk. Setelah  belajar mengangkat kepalanya saat tengkurap, tahap selanjutnya si kecil belajar bagaimana menyangga tubuhnya menggunakan kedua lengannya dan mengangkat tubuhnya semacam mini push-up. Sekitar usia 6 bulan, bayi Anda mencoba duduk sendiri dengan mengandalkan satu atau kedua tangannya untuk duduk. Baru di usia 7 – 8 bulan  ia mengusai kepandaian baru yaitu dapat duduk sendiri dari tengkurap kemudian bangun sendiri dengan bantuan tangannya. Dengan kemampuan duduk ini, ia dapat meraih benda yang diinginkannya.

6. Merangkak (usia 7-8 bulan). Merangkak adalah cara pertama bayi untuk dapat mengeksplorasi sekeliling ruang untuk mempelajari hal-hal baru yang menarik perhatiannya. Cara anak merangkak adalah ketika ia akan belajar keseimbangan melalui tangan dan lututnya kemudian belajar maju mundur mendorong tubuhnya dengan mendorong lututnya. Kepandaian merangkak ini adalah juga  salah satu cara menguatkan otot-otot yang akan membantunya belajar berjalan. Usia rata-rata anak  belajar merangkak saat ia mulai dapat duduk tanpa bantuan di usia 7-8 bulan. Dia dapat mengangkat kepalanya untuk melihat sekelilingnya dan otot-otot lengan, kaki dan punggungnya cukup kuat untuk mencegahnya jatuh ke permukaan saat ia mencoba bangkit dengan bantuan tangan dan lututnya. Di usia 9-10 bulan, bayi Anda mencapai kepandaian baru yakni merangkak mundur untuk mengambil ancang-ancang duduk. Si kecil juga menguasai teknik yang lebih maju yaitu “cross-crawling,” gerakan merangkak  menggunakan satu tangan dan satu kaki yang berlawanan (misalnya tangan kanan dan kaki kiri) secara bersamaan.

7. Makan sendiri (usia 6-9 bulan). Makan sendiri dimulai sejak usia 6 bulan yaitu saat bayi Anda sudah bisa menggunakan tangan dan jari-jarinya dengan baik dan koordinasi mata serta tangannya yang juga semakin baik. Si kecil dapat meraih benda yang jaraknya sekitar 25 cm dengan kedua tangannya kemudian memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lain. Ia juga senang memasukkan segala sesuatu ke mulut, dan dapat memegang dengan ibu jari dan telunjuk untuk mengambil makanan. Tambahan pula gigi-geliginya yang mulai tumbuh di usia 6 bulan membuat si kecil terdorong mulai belajar menggigit benda yang masuk ke dalam mulutnya.  Di usia 6 bulan ia sudah juga mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MP ASI) atau makanan padat. Di usia 8-9 bulan, kedua tangannya semakin terampil mengenggam suatu benda. Ia bisa memegang sendok meski masih kagok ketika memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Biarkan ia bereksperimen menggunakan sendok dan memasukkan benda itu ke mulutnya.

8. Mengenal anggota keluarga, takut pada orang yang belum dikenal (usia 9-12 bulan). Saat si kecil sudah mengenali anggota keluarganya di usia sekitar 6 bulan, ia mulai dapat membedakan wajah orang-orang dekat dalam  kehidupannya. Pada masa ini keterikatannya dengan orang yang dikenalnya  lebih berarti. Ia dapat melihat, mendengar dan mengingat orang yang dikenalnya. Di usia ini pula ia mampu mengamati wajah dengan seksama. Dari sini ia mulai berkenalan dan akrab dengan orang-orang terdekatnya. Tak heran di usia 9 bulan ke atas ia mulai sadar wajah orang-orang yang asing baginya. Ketika ia menyadari sedang seorang diri dengan orang yang tidak dikenalnya, timbul rasa takut. Bayi usia 8 bulan sudah bisa merasa takut terhadap orang asing. Si kecil yang mau digendong oleh orang yang dikenalnya, jadi tiba-tiba lebih mudah menangis bila ditinggal sendiri bersama orang lain yang tak dikenalnya.

9. Berjalan(usia 12-13 bulan). Langkah pertama merupakan gerakan awal anak untuk menjadi sosok yang mandiri.  Di usia 8-9 bulan ia mulai bisa mengangkat tubuhnya ke posisi berdiri. Biasanya si kecil akan menumpukkan kedua tangannya pada meja, kursi atau perabot rumah tangga atau apapun yang bisa menahan berat badannya. Ia kemudian akan belajar merambat, menggeserkan kedua tangannya ke samping diikuti oleh langkah kedua kakinya. Di usia ini kepandaian anak dalam belajar berjalan semakin baik. Jika Anda memegang kedua tangannya ia akan menapak dan mulai melangkah. Lama-lama otot-otot kakinya semakin terlatih dan kuat. Si kecil juga kian  semangat menjajal kemampuannya berjalan. Di usia 11 bulan, ia sudah mampu berdiri sendiri dalam waktu sekitar 2 detik tanpa bantuan apa pun karena ia memang sudah pandai menjaga keseimbangan tubuh. Lalu anak mulai mencoba melangkah sendiri 2-3 langkah  Di usia 12 bulan, hupla, ia telah siap berjalan meski kadang-kadang masih sedikit limbung.

10 . Bicara (usia 18 - 24 bulan). Rata-rata anak bisa lancar bicara di usia 2 tahun. Sebelum kata-kata pertama keluar dari mulutnya, dia belajar peraturan berbahasa dan melihat bagaimana orang dewasa berkomunikasi. Ia mengawalinya dengan menggunakan lidah, mulut, langit-langit dan gigi-geliginya untuk membuat suara Lambat laun kata-kata tak berbentuk ini menjadi kata yang berarti: “mama”, “papa”, “bubu”, “susu” dan sebagainya. Sejak itu, setiap saat anak mengutip kata-kata yang didengarnya baik dari ibu atau orang-orang di sekitarnya. Kira-kira usia 18-20 bulan, si kecil   mempelajari 10 kata per hari. Dari situ ia mulai belajar membentuk kalimat. Di usia 2  tahun, ia dapat membentuk 2-3 kata menjadi satu rangkaian kalimat. Ia dapat menggambarkan apa yang dilihat, didengar, dirasa, dipikirkan dan diinginkannya dalam satu rangkaian kalimat. 

Monday, April 25, 2011

Empat Permainan Mencerdaskan Bayi

Empat permainan ini akan membuat bayi Anda cerdas. Ayo bunda, bermain bersama bayi kita.
 
Bermain bersama 6-9 bulan.
• Gunung Bantal.
Manfaat: Melatih memadukan gerak kaki dan tangan saat merangkak gerakan mandaki.
Cara main: Tumpuk 2-3 bantal besar, taruh mainan kesukaananak di bantal tertinggi. Letakkan anak di sisi bantal terndah, semangati ia ‘mendaki’ tumpukan bantal untuk meraih mainanya.
 
• Tumpah Ruah.
Manfaat: Mengenal konsep spasial, sederhana isi dan kosong, mengenal bentuk, ukuran dan berat benda.
Cara main: Isi Baskom plastik dengan mainan anak kecil-kecil, misalnya aneka binatang. Berikan ke anak, biarkan dia menumpahkannya. Setelah itu, Bantu anak mengembalikan mainannya kembali ke baskom. Biarkan ia melakukannnya berulang-ulang, tumpahkan-masukkan-tumpahkan.
 


Bermain Bersama 9-12 tahun.

• Menara Kudus.
Manfaat: Melatih keterampilan anak memegang obyek, melatih koordinasi tangan dengan mata saat menumpuk benda tanpa jatuh.
Cara main: Siapkan beberapa kardus atau kotak bekas yang dibungkus kertas warna-warni agar menarik. Beri contoh bagaimana menumpuknya, dan biarkan diikuti anak. Tapi jika dia tidak tertarik, biarkan ia bermain sesukanya saja.
• Kejar Sinar.Manfaat: Melatih koordinasi motorik kasar dan halus saat merangkak “mengejar” sinar.
Cara main: AMbil lampu senter. Redupkan lampu di ruang main, nyalakan senter, sorot ke tembok di dekat anak dan biarkan ia “mengejar” sinar itu. Lalu, sorot ke lantai, dank e tembok lagi. Kalu perlu, tutup permukaan senter dengan kertas berbentuk hewan agar sinarnya bentuk hewan juga.

Sunday, April 24, 2011

Ayo Bermain Bersama Ayah!

Bermacam permainan seru bisa ayah lakukan bersama bayinya, dengan atau tanpa alat bermain. Ayo..,Yah, kita bermain!
  • Goyang di atas bola. Cocok untuk ayah mainkan bersama bayi usia 0 – 3 bulan. Permainan ini melatih bayi olah raga dengan suka cita!
  • “Kena kamu..” Bayi usia 0 – 3 bulan suka kejutan, sepanjang kejutan tersebut menyenangkan dan tidak menakutkannya.
  • Naik Selimut. Di usia   3 - 6 bulan, bayi semakin kuat dan kian suka berjalan-jalan. Ajak si kecil melihat dunia baru melalui permainan ini.
  • “Ayo, Mana Mainanmu...?”Ajak bayi Anda usia 6 – 9 bulan bermain sulap. Si kecil akan tergila-gila dengan tipuan ajaib benda menghilang.
  • Bicara Di Perut. Bayi usia 0 – 3 bulan sudah belajar bicara sebelum ia bisa betul-betul mengucapkan kata pertamanya.
  • Naik Kuda. Ajak bayi Anda usia 3 – 6 bulan naik kuda tanpa meninggalkan rumah karena ayah jadi kudanya.
  • Putar Putar. Permainan ini bisa ayah lakukan bersama bayi usia 3 – 6 bulan. Ketika si kecil mulai belajar persepsi kedalaman, dia ingin melihat lebih banyak!
  • Melayang di Udara. Bayi Anda yang berusia 6 – 9 bulan suka merasakan sensasi terbang dengan  kaki Anda sebagai pesawat terbangnya.

Saturday, April 23, 2011

Hindari Bahan MPASI Berikut Ini

Tidak semua bahan makanan bisa diberikan pada bayi yang baru pertama kali mendapat MP-ASI, bahkan sampai dia mencapai usia tertentu.
  • Garam. Bayi berumur di bawah 12 bulan sebaiknya tidak  mengonsumsinya lebih dari 1 gram per hari.    
  • Gula. Dapat memicu timbulnya kerusakan gigi.    
  • Madu. Hindari sampai usia bayi 12 bulan, karena dapat menyebabkan penyakit botulism, yakni keracunan makanan yang serius.  
  • Telur. Berisiko menimbulkan reaksi alergi. Telur harus dimasak sampai benar-benar matang sebelum diberikan kepada bayi di bawah 12 bulan.
  • Kacang utuh. Berisiko menimbulkan tersedak.  Bila ada riwayat alergi dalam keluarga, termasuk asma dan eksim
  • Kacang tanah. Hindari kacang tanah dan olahannya sampai anak berusia 3 tahun. 

Makanan Pendamping ASI yang Disarankan

Setelah usia bayi diatas 6 bulan, Makanan Pendamping ASI (MPASI) sudah saatnya dikenalkan. Makanan apa saja yang dianjurkan?

Sumber karbohidrat: beras putih, beras merah, kentang, jagung, ubi jalar kuning/merah, ubi jalar ungu, labu kuning, sukun dan arrowroot (tepung garut).
  • Pilih yang segar. Misalnya, kentang atau ubi jalar yang kulitnya tidak kisut
  • Bila sudah dalam bentuk tepung, pilih yang bersih. Misalnya, terbungkus dalam kantung plastik, baunya wangi (tidak apek) dan tidak bergumpal-gumpal.
Sumber vitamin, mineral dan serat: avokad, pisang ambon, pepaya, melon, apel merah, pir hijau, wortel, bayam erah, bayam hijau, daun katuk, daun labu, tauge, brokoli, kembang kol, labu air, jamur, zukini dan bit.
  • Untuk buah-buahan, pilih yang segar dan matang. Misalnya, pilih pisang yang seluruh kulitnya berwarna kuning tua karena rasanya manis dan tidak asam (jika perlu cicipi dulu). Buah-buahan sebaiknya diberikan dalam bentuk segar supaya kandungan gizinya, misalnya vitamin C, tidak berkurang.
  • Untuk sayuran, pilih yang tidak berserat banyak, misalnya bayam hanya daunnya. Sayuran segar antara lain ditandai dengan warnanya yang cemerlang dan jika berdaun, daunnya tidak layu. Sayuran sebaiknya dimasak dalam waktu singkat dengan cara dikukus atau direbus dengan air yang tidak terlalu banyak. Sebelumnya, semua bahan makanan harus dibersihkan dengan seksama, jika perlu kupas kulitnya.
  • Olah sayuran sesuai kebutuhan bayi, jangan dalam jumlah banyak. Beberapa sayuran seperti bit, brokoli, kol, wortel, selada dan bayam mengandung nitrat yang bisa menyebabkan bayi sakit karena sel darah merahnya rusak. Untuk mencegahnya, segera sajikan makanan tersebut setelah diolah.
Sumber protein: kacang hijau, kacang kedelai.
  • Kacang hijau bisa dibuat bubur kacang hijau, atau dibuat tepung.
  • Kacang kedelai dalam bentuk susu kedelai dibuat puding, atau dalam bentuk tempe.
Tidak sulit kan menyiapkan hidangan pendamping ASI untuk bayi Anda sesuai yang disarankan?!

Friday, April 22, 2011

10 Tips Stimulasi Bayi

Ayo, Stimulasi setiap tahapan perkembangan bayi Anda! Mulai dari tengkurang, mengangkat kepala, hingga berjalan dan berbicara.
  1. Tengkurap. Lakukan tummy time yakni waktu yang digunakan bayi untuk tengkurap sambil  menggunakan tangannya untuk meraih sesuatu. Siapkah benda yang  menarik sehingga ia terdorong meraih dan lantas 'meneliti' dengan seksama
  2. Mengangkat kepala. Ajak anak bermain "Berguling Bersama Bola”. Menggerakkan si kecil di atas bola bisa menguatkan otot penyangga kepala, bahu, dan mengasah keterampilan menjaga keseimbangan.
  3. Memekik gembira. Sediakan boneka lembut yang mengeluarkan suara, seperti boneka yang bisa bernyanyi atau kotak musik. Tekan boneka sembari Anda berseru..., si kecil pun memekik senang.
  4. Memegang kedua benda dengan kedua tangan. Berikan mainan yang bisa dipukul bersama - sama seperti sendok kayu atau piring plastik, seolah ia sedang bermain musik..tung..tung..tung! 
  5. Duduk. Baringkan si kecil terlentang di atas permukaan, seperti tempat tidurnya atau di lantai. Genggam tangannya, tarik dia perlahan ke posisi duduk. Peluk dengan erat sehingga ia tak mungkin terlepas. Perlahan-lahan, turunkan anak pada posisi tidur kembali.
  6. Merangkak Letakkan mainan favorit bayi sekitar 1 meter dari tubuhnya. Saat si kecil mulai mengangkat kepalanya untuk mencari mainan tadi, biasanya ia akan menggerakkan lutut dan kakinya untuk maju. Lakukan permainan “Kucing Mengejar Tikus”. Anak menjadi kucing yang mengejar Anda sebagai tikus. Contohkah dengan melakukan gerakan merangkak, dengan cara Anda merangkak di sampingnya.
  7. Makan Sendiri. Beri bayi Anda finger food seperti kastengel, biskuit bayi, atau sayuran yang mudah dipegang seperti potongan wortel rebus. Makanan ini melatih kemampuan motorik halus anak. Dapat pula Anda memberinya mangkuk dan sendok plastik berisi makanan dan biarkan ia menyuap sendiri.
  8. Mengenal anggota keluarga. Sering seringlah mengajak anak ke pertemuan keluarga. Bisa juga menunjukkan foto ayah, ibu atau saudara lain. Atau foto ayah, ibu dan kakak dikreasi dari karton berwarna putih dalam bentuk lingkaran kecil yang dilekatkan pada tali yang sebagian menjuntai melalui bagian tengah karton berbentuk spiral.
  9. Berjalan. Letakkan mainan favoritnya dalam jarak tertentu. Iming-imingi anak agar mau berjalan walau sambil berpegangan untuk meraih mainan itu. Bila memungkinkan dan aman, biarkan si kecil berjalan di lantai yang tidak rata. Cara ini akan menguatkan otot-otot kaki dan tungkai.
  10. Bicara. Anda bisa menyanyikan lagu anak-anak yang berbeda setiap hari atau membacakan ceritanya, bisa dari buku atau cerita karangan Anda sendiri.

Thursday, April 21, 2011

10 Tahap Penting Perkembangan

Gerakan bayi baru didominasi oleh gerak refleks. Dengan berkembangnya sistem saraf, di usia 2 bulan gerakan refleksnya berkurang, dan kemampuan kognitif serta sosial bayi berkembang pesat. Berikut ini 10 tahap perkembangan penting bayi  Anda:   

1.Tengkurap(usia 3 - 4 bulan). Tengkurap terjadi ketika bayi berhasil bertumpu pada perutnya dan bertahan pada posisi tersebut beberapa saat. Anak tengkurap diawali dengan kemampuan memiringkan badannya ke kanan dan ke kiri, lalu ia belajar berguling di usia 1,5 – 2 bulan. Bayi Anda belajar tengkurap pertama kali pada satu sisi, dilanjutkan di sisi lain, kemudian berbalik lagi. Ketika mencapai usia 3-4 bulan, saat otot lehernya semakin kuat  ia dapat berbaring telentang dengan memandang lurus ke depan. Lengan dan kakinya pun lebih bebas bergerak sejalan dengan kemampuannya menggerak-gerakkan kepalanya. Ia juga mulai berlatih berguling dan mengangkat kepalanya dalam posisi tengkurap. Baru di usia 5 bulan ia bisa tengkurap sendiri.

2. Mengangkat kepala(usia 4 bulan). Di usia 2 bulan bayi Anda mampu mengontrol gerakan leher dan kepalanya. Ia dapat mengangkat kepala membentuk sudut 45 derajat dengan cara bertopang pada kedua tangannya saat usiannya 3 bulan. Di usia 4 bulan, bayi bisa mengangkat kepalanya dengan sudut lebih besar yaitu 90º dalam posisi tengkurap. Kemampuan mengangkat kepalanya ini membantu melatih ketajaman penglihatannya. Ia pun mulai menengadahkan kepalanya untuk mencari Anda bila mendengar suara Anda.
  
3. Teriak gembira (usia 4-5 bulan). Pernahkan Anda mendengar si kecil mengeluarkan suara dengan nada tinggi penuh kesenangan saat berhasil meraih benda yang diinginkan atau ketika ia merasa senang dengan kehadiran Anda? Di awal hidupnya, suara-suara yang dikeluarkannya merupakan respons tubuhnya terhadap emosi saat itu. Namun di usia 4 bulan ke atas, bayi mengeluarkan suara dengan tujuan lebih jelas. Ia akan berteriak dengan gembira bila berhasil mencapai keinginannya. Suara yang dikeluarkannya adalah sarana untuk mengungkapkan perasaannya atau berkomunikasi dengan orang-orang di sekelilingnya. Masa berceloteh ini memang sangat dinikmati si kecil. Perhatikan saja saat ia melakukan aktivitas sehari-hari, Anda akan mendengar celotehannya. Ia akan mengeluarkan suara yang menyerupai huruf hidup seperti “aaaahh”, “uuuhhh”, “aaiii.”

4. Memegang dua benda di dua tangan ( usia 7–8 bulan). Di usia 4–5 bulan, keduanya tangan anak semakin terampil. Bila Anda memberinya mainan berwarna cerah, ia akan menggerakkan lengan dan tangannya menggapai ke arah mainan tersebut. Gerakan menggapai ini melatihnya untuk meraih lalu menggenggam dan memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lain. Di usia 7-8 bulan, keterampilan jari-jemari si kecil meningkat. Ia akan menggunakan tangan yang berbeda untuk tujuan berbeda. Satu tangan digunakan untuk bereksporasi, sementara tangan lain untuk memegang. Perhatikan, bila satu tangannya memegang mainan kemudian tangan satunya diberikan mainan lain, ia tetap akan memegang mainan pertamanya namun tangan yang satu mengambil mainan yang Anda tawarkan itu. Jika ada Anda memberikan sebuah mainan lagi, salah satu mainan yang sedang dipegangnya itu akan dibuangnya kemudian ia akan mengenggam mainan ketiga yang Anda tawarkan itu.
  
5. Duduk (usia 7-8 bulan). Tonggak perkembangan yang mengagumkan dari seorang anak adalah saat ia bisa duduk sendiri. Ketika otot-otot punggung dan lehernya sudah cukup kuat untuk menopang tubuhnya, ia belajar duduk. Setelah  belajar mengangkat kepalanya saat tengkurap, tahap selanjutnya si kecil belajar bagaimana menyangga tubuhnya menggunakan kedua lengannya dan mengangkat tubuhnya semacam mini push-up. Sekitar usia 6 bulan, bayi Anda mencoba duduk sendiri dengan mengandalkan satu atau kedua tangannya untuk duduk. Baru di usia 7 – 8 bulan  ia mengusai kepandaian baru yaitu dapat duduk sendiri dari tengkurap kemudian bangun sendiri dengan bantuan tangannya. Dengan kemampuan duduk ini, ia dapat meraih benda yang diinginkannya.

6. Merangkak (usia 7-8 bulan). Merangkak adalah cara pertama bayi untuk dapat mengeksplorasi sekeliling ruang untuk mempelajari hal-hal baru yang menarik perhatiannya. Cara anak merangkak adalah ketika ia akan belajar keseimbangan melalui tangan dan lututnya kemudian belajar maju mundur mendorong tubuhnya dengan mendorong lututnya. Kepandaian merangkak ini adalah juga  salah satu cara menguatkan otot-otot yang akan membantunya belajar berjalan. Usia rata-rata anak  belajar merangkak saat ia mulai dapat duduk tanpa bantuan di usia 7-8 bulan. Dia dapat mengangkat kepalanya untuk melihat sekelilingnya dan otot-otot lengan, kaki dan punggungnya cukup kuat untuk mencegahnya jatuh ke permukaan saat ia mencoba bangkit dengan bantuan tangan dan lututnya. Di usia 9-10 bulan, bayi Anda mencapai kepandaian baru yakni merangkak mundur untuk mengambil ancang-ancang duduk. Si kecil juga menguasai teknik yang lebih maju yaitu “cross-crawling,” gerakan merangkak  menggunakan satu tangan dan satu kaki yang berlawanan (misalnya tangan kanan dan kaki kiri) secara bersamaan.

7. Makan sendiri (usia 6-9 bulan). Makan sendiri dimulai sejak usia 6 bulan yaitu saat bayi Anda sudah bisa menggunakan tangan dan jari-jarinya dengan baik dan koordinasi mata serta tangannya yang juga semakin baik. Si kecil dapat meraih benda yang jaraknya sekitar 25 cm dengan kedua tangannya kemudian memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lain. Ia juga senang memasukkan segala sesuatu ke mulut, dan dapat memegang dengan ibu jari dan telunjuk untuk mengambil makanan. Tambahan pula gigi-geliginya yang mulai tumbuh di usia 6 bulan membuat si kecil terdorong mulai belajar menggigit benda yang masuk ke dalam mulutnya.  Di usia 6 bulan ia sudah juga mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MP ASI) atau makanan padat. Di usia 8-9 bulan, kedua tangannya semakin terampil mengenggam suatu benda. Ia bisa memegang sendok meski masih kagok ketika memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Biarkan ia bereksperimen menggunakan sendok dan memasukkan benda itu ke mulutnya.

8. Mengenal anggota keluarga, takut pada orang yang belum dikenal (usia 9-12 bulan). Saat si kecil sudah mengenali anggota keluarganya di usia sekitar 6 bulan, ia mulai dapat membedakan wajah orang-orang dekat dalam  kehidupannya. Pada masa ini keterikatannya dengan orang yang dikenalnya  lebih berarti. Ia dapat melihat, mendengar dan mengingat orang yang dikenalnya. Di usia ini pula ia mampu mengamati wajah dengan seksama. Dari sini ia mulai berkenalan dan akrab dengan orang-orang terdekatnya. Tak heran di usia 9 bulan ke atas ia mulai sadar wajah orang-orang yang asing baginya. Ketika ia menyadari sedang seorang diri dengan orang yang tidak dikenalnya, timbul rasa takut. Bayi usia 8 bulan sudah bisa merasa takut terhadap orang asing. Si kecil yang mau digendong oleh orang yang dikenalnya, jadi tiba-tiba lebih mudah menangis bila ditinggal sendiri bersama orang lain yang tak dikenalnya.

9. Berjalan (usia 12-13 bulan). Langkah pertama merupakan gerakan awal anak untuk menjadi sosok yang mandiri.  Di usia 8-9 bulan ia mulai bisa mengangkat tubuhnya ke posisi berdiri. Biasanya si kecil akan menumpukkan kedua tangannya pada meja, kursi atau perabot rumah tangga atau apapun yang bisa menahan berat badannya. Ia kemudian akan belajar merambat, menggeserkan kedua tangannya ke samping diikuti oleh langkah kedua kakinya. Di usia ini kepandaian anak dalam belajar berjalan semakin baik. Jika Anda memegang kedua tangannya ia akan menapak dan mulai melangkah. Lama-lama otot-otot kakinya semakin terlatih dan kuat. Si kecil juga kian  semangat menjajal kemampuannya berjalan. Di usia 11 bulan, ia sudah mampu berdiri sendiri dalam waktu sekitar 2 detik tanpa bantuan apa pun karena ia memang sudah pandai menjaga keseimbangan tubuh. Lalu anak mulai mencoba melangkah sendiri 2-3 langkah  Di usia 12 bulan, hupla, ia telah siap berjalan meski kadang-kadang masih sedikit limbung.

10 . Bicara (usia 18 - 24 bulan). Rata-rata anak bisa lancar bicara di usia 2 tahun. Sebelum kata-kata pertama keluar dari mulutnya, dia belajar peraturan berbahasa dan melihat bagaimana orang dewasa berkomunikasi. Ia mengawalinya dengan menggunakan lidah, mulut, langit-langit dan gigi-geliginya untuk membuat suara Lambat laun kata-kata tak berbentuk ini menjadi kata yang berarti: “mama”, “papa”, “bubu”, “susu” dan sebagainya. Sejak itu, setiap saat anak mengutip kata-kata yang didengarnya baik dari ibu atau orang-orang di sekitarnya. Kira-kira usia 18-20 bulan, si kecil   mempelajari 10 kata per hari. Dari situ ia mulai belajar membentuk kalimat. Di usia 2  tahun, ia dapat membentuk 2-3 kata menjadi satu rangkaian kalimat. Ia dapat menggambarkan apa yang dilihat, didengar, dirasa, dipikirkan dan diinginkannya dalam satu rangkaian kalimat. 

Tuesday, April 19, 2011

Ganti Popok Tanpa Perang

Orangtua perlu cara ‘cantik’ untuk membuat aktivitas bersama bayi menjadi lebih menyenangkan. Termasuk saat mengganti popok. Lakukan lewat berbagai permainan seru! Ganti popok pun tanpa perang. 
  • Main Petak umpet.  Permainan ini cocok dilakukan saat mengganti popok. Katakan padanya “Di mana, ya, kakinya?” sambil Anda pura-pura mencari kaki si bayi dibalik popok. Saat ia menunjukkan kakinya, Anda bisa tangkap “Hap, bunda temukan kakimu!” Atau tanyakan “Mana pantatnya, ya? Bunda tidak lihat.” lalu Anda bisa sentuh pantatnya dan katakana “Oh, ini dia pantatnya. Ayo masukkan ke dalam popok!” Ini akan membuatnya tertawa senang. Sst..ia tidak akan merasa bahwa ia sedang Anda ‘kerjai’ agar mau diganti popok.  
  • Pasang foto atau gambar. Rekatkan foto atau poster di langit-langit tempat Anda biasa menggantikan popoknya. Misalnya foto Anda berdua dia atau gambar binatang. Pilih gambar berupa foto karena mata bayi lebih mudah mengenali gambar foto. Karena Anda akan gunakan foto atau poster ini untuk membuat bayi berkomunikasi dengan gambar itu.  “Itu bebeknya sedang berenang, nak. Bunyinya wek…wek…wek…”  Bayi terkagum-kagum dengan gambar dan cerita Anda, Anda pun dapat mengganti popoknya dengan mudah.
  • Bekali mainan. Satu keranjang berisi kosmetik harus ada di samping Anda sebelum ritual  mengganti popok dimulai. Sebut saja krim zinc yang berbentuk tube, tisu basah, bedak atau minyak telon. Tahukah Anda, bahwa kosmetik bayi ini bisa dimanfaatkan untuk ‘obat penenang’ anak saat sedang diganti popok? Ambil dan berikan pada anak untuk dijadikan mainan. Pastikan penutupnya tertutup rapat  karena bisa saja krim di dalam tube pindah ke dalam mulut bayi.
  • Libatkan ‘pemain’ pengganti. Semua hal begitu menarik untuk bayi, kecuali mama. Tanpa bermaksud mengatakan Anda bukan lagi sosok yang menarik lagi buat anak. Si kecil hanya sedikit bosan, ia butuh teman lain selain Anda. Coba untuk mengajak boneka Teddy Bear atau boneka kesayangan lainnya untuk menemani Anda ketika mengganti popok. Buat cerita bahwa kali ini bukan Anda yang ingin mengganti popoknya, melainkan boneka Teddy Bear. Letakkan boneka di sisi Anda dan terlihat oleh anak, agar ia percaya bahwa boneka Teddy yang mengganti popok.
  • Jari menari. Ayo ikuti caranya : gunakan jari telunjuk dan jari tengah Anda seolah-olah menjadi dua buah kaki yang memanjat tubuh si buah hati. Anggaplah kaki bayi Anda sebagai batang pohon. Nah, kini saatnya jemari Anda berperan untuk menaiki ‘batang pohon’ buatan. Jangan lupa ikuti dengan nyanyian “Naik-naik ke atas pohon, tinggi-tinggi sekali.” atau membuat cerita seperti “Panjat..panjat..Teddy Bear memanjat pohon dari ranting ke dahan. Ah, ranting putus, Teddy jatuh.” Saat jatuh, berikan tubuhnya gerakan yang menggelitik untuk memancing tawanya. Anda bisa selingi permainan jari jemari ini dengan kegitan mengganti popok.   
  • Alihkan perhatiannya. Ikuti kemana pandangan bayi Anda pada saat mengganti popok. Ketika ia melihat ke arah pelafon ruangan, Anda bisa bercerita tentang cicak-cicak di dinding. Bila ia sudah puas dengan cerita Anda tentang cicak, arahkan kepada pemandangan lain. Misalnya bunga di luar jendela kamar atau benda-benda yang bergerak. Tidak ada salahnya bila sebelum ritual mengganti popok berlangsung, Anda sudah siapkan mainan yang bisa berputar di atasnya. Ia lebih tertarik dengan mainannya dibandingkan menendang-nendang tangan Anda.
  • Tatap mata bayi. Saat mengganti popok, tatap mata bayi Anda. Jalin kontak mata dan ajak dia bicara. Katakan bahwa dia sekarang sedang ganti popok. Jelaskan mengapa dia harus pakai popok, sambil tangan Anda bergerak cepat memakaikan popok. Bila penjelasan Anda selesai sebelum popok terpasang, buatkan cerita sambil terus tatap mata bayi.  Kontak mata Anda dan dia  membuatnya kehilangan perhatian terhadap hal-hal lain.

5 Tahapan Inisiasi Menyusu Dini

Begitu bayi lahir, ia langsung diletakkan di dada ibunya selama 1-2 jam. Apa saja yang dilakukan bayi selama itu?

Iniasisi Menyusu Dini (IMD) merupakan proses penting yang sebaiknya dilakukan langsung setelah bayi dilahirkan. Dari IMD ini Anda bisa melihat perilaku menakjubkan antara bayi dan bundanya dalam jam-jam pertama setelah bayi dilahirkan.

Ada lima tahapan perilaku yang dilakukan bayi sebelum ia berhasil menemukan puting susu ibunya dan menyusu:
  1. 30 – 45 menit pertama. Bayi akan diam dalam keadaan siaga. Sesekali matanya membuka lebar dan melihat bundanya. Masa ini merupakan masa penyesuaian atau peralihan dari dalam kandungan ke luar kandungan.
  2. 45 – 60 menit selanjutnya. Bayi akan menggerakkan mulutnya seperti mau minum, mencium, kadang mengeluarkan suara, dan menjilat tangannya. Bayi akan mencium dan merasakan cairan ketuban yang ada di tangannya. Bau ini sama dengan bau cairan yang dikeluarkan payudara ibu. Inilah yang akan membimbing bayi menemukan payudara dan puting susu ibu. Itulah sebabnya tidak dianjurkan mengeringkan kedua tangan bayi pada saat bayi baru lahir.
  3. Mengeluarkan liur. Saat bayi siap dan menyadari adanya makanan di sekitarnya, bayi mulai mengeluarkan air liur.
  4. Bergerak ke arah payudara. Areola payudara akan menjadi sasarannya dengan kaki bergerak menekan perut ibu. Bayi akan menjilat kulit ibu, menghentakkan kepala ke dada ibu, menoleh ke kanan dan kiri, serta menyentuh dan meremas daerah puting susu dan sekitarnya dengan tangannya.
  5. Menyusu. Akhirnya bayi menemukan puting susu ibunya, membuka mulut lebar-lebar, dan melekat dengan baik serta mulai menyusu.
Sedemikian pentingnya tahapan-tahapan ini, sehingga sangat baik jika bunda bisa meminta waktu cukup lama agar bayi bisa melampaui semua tahapan IMD ini. Secara alamiah, bayi akan melakukan semua tahapan-tahapan ini, jadi bunda tidak perlu khawatir soal keadaan bayi ketika diletakkan di dada Anda.

Saturday, April 16, 2011

Atasi Sedini Mungkin Perubahan Payudara

Sebagai catatan penting, perubahan apapun pada payudara Anda harus disikapi dengan hati-hati. Bila penyebabnya dapat diketahui sejak dini, maka upaya penanganan bisa dilakukan segera. Tindakan ini akan membuahkan hasil yang lebih baik. Itu sebabnya, cegahlah timbulnya gangguan kesehatan pada payudara dengan beberapa caranya berikut.

Buat catatan bulanan. Keteraturan siklus haid dapat diketahui dengan cara menghitung hari, bukan berdasarkan tanggal, setiap bulannya. Catatlah pula segala hal atau perubahan yang dirasakan menjelang, selama dan sesudah berlangsungnya haid. Segera temui dokter bila Anda mengalami hal-hal berikut:
  • Siklus haid kurang dari 14 hari atau lebih dari 35-40 hari sekali.
  • Lamanya haid lebih dari 14 hari.
  • Volume darah haid sangat banyak (sampai-sampai Anda perlu ganti pembalut sebanyak 10 kali per hari).
  • Hindari makanan tinggi lemak
Penelitian-penelitian telah menunjukkan, kemungkinan wanita yang mengonsumsi makanan tinggi lemak untuk terkena kanker payudara akan lebih tinggi dibandingkan mereka yang banyak mengonsumsi makanan yang rendah lemak. Namun, belum diketahui apakah diet rendah lemak bisa benar-benar mencegah kanker payudara atau tidak.

Ada sejumlah hasil penelitian yang berkaitan dengan faktor risiko kanker payudara. Antara lain diungkapkan bahwa minum susu dan makan daging berlemak merupakan faktor risiko yang signifikan bagi munculnya kanker payudara. Begitu pula makanan dan minuman yang mengandung santan kelapa, terutama jika dikonsumsi setiap hari. Kok bisa?

Adanya zat-zat lemak dalam makanan yang tidak dipecah dalam proses metabolisme tubuh bisa menyebabkan hormon estrogen di tubuh tidak bisa bekerja dengan oke. Akibatnya, bisa memudahkan tumbuhnya kista, miom dan gangguan lain pada organ yang aktivitasnya berhubungan dengan hormon estrogen, termasuk payudara.

Rajin-rajin lakukan Sadari. Sebenarnya, untuk mengetahui keadaan payudara Anda (apakah normal atau tidak), Anda dianjurkan melakukan pemeriksaan payudara sendiri alias Sadari secara rutin. Kapan persisnya?

Sebaiknya, pemeriksaan dilakukan tiap bulan, kira-kira seminggu setelah siklus haid usai. Lebih-lebih, kalau ibu atau famili perempuan dekat Anda punya riwayat kanker payudara. Tak perlu menyalahkan garis keturunan; keluarga besar Anda, karena tanggung jawab pemeliharaan kesehatan tubuh, termasuk payudara, terletak pada diri Anda sendiri.

Kenali Perubahan Payudara

Jangan panik dulu jika menemukan perubahan pada payudara Anda. Lebih baik kenali dulu aneka perubahan pada payudara sehingga Anda bisa bertindak dengan cepat dan tepat.

Payudara adalah salah satu organ penting dan khas yang dimiliki perempuan. Sekali waktu, mungkin saja payudara Anda terasa sakit, keluar cairan dari puting, atau ada benjolan. Walau tidak selalu berbahaya, Anda tetap harus waspada dan segera cari tahu penyebabnya.

Ada perubahan normal, ada yang tidak. Proses tumbuh kembang payudara antara lain dipengaruhi oleh aktivitas hormon, khususnya hormon estrogen. Selain pada payudara, hormon yang dihasilkan indung telur ini juga mengembangkan sifat-sifat kelamin sekunder lainnya. Seperti timbulnya rambut di daerah kemaluan, perubahan-perubahan dalam vagina sampai timbulnya haid.

Nah, bila terjadi ketidakseimbangan hormon, misalnya selama haid, biasanya payudara akan terasa penuh alias mengeras atau membesar. Kadang-kadang, akan teraba pula benjolan lunak yang terasa sakit saat menjelang haid.

Biasanya, benjolan tersebut akan mengecil atau menghilang dengan sendirinya begitu haid usai. Asal tahu saja, semua perubahan ini termasuk normal dan tidak berbahaya. Apalagi, jika siklus haid Anda berlangsung normal (sekitar 24-31 hari sekali) dan lamanya berkisar antara 4-7 hari.

Sebaliknya, bila terjadi gangguan pada siklus haid, misalnya jadi tidak teratur, Anda sebaiknya waspada. Bukan apa-apa. Ketidakteraturan siklus haid menunjukkan adanya gangguan keseimbangan hormon seksual. Apalagi, bila gangguan tadi disertai timbulnya beberapa gejala lain. Anda harus segera periksa ke dokter. 

Friday, April 15, 2011

Pijat Ibu Hamil

Salah satu perawatan di spa khusus untuk ibu hamil adalah pregnancy massage (pijat ibu hamil). Jenis pijatan disesuaikan dengan perubahan tubuh Anda. Misalnya, karena Anda sering pegal di bahu, punggung, dan tungkai, maka bagian tersebut dipijat intensif. Posisi pun khusus, misalnya berbaring miring diganjal bantal atau duduk. Teknik pemijatan perlahan, berirama dan terkendali. Kombinasi antara memutar, menekan, mengusap dan menggosok.

Manfaat
  • Menstabilkan hormone
  • Mengurangi hormone penyebab stress
  • Mencegah dan mengurangi gurat-gurat kehamilan (stretchmark)
  • Mencegah kaki bengkak
  • Membuat tubuh dan pikiran relaks, sehingga dapat tidur nyenyak dan merangsang produksi ASI
  • Melancarkan peredaran darah, sehingga suplai nutrisi dan oksigen ke janin lancer
Kapan? Lakukan 1 kali seminggu pada usia kandungan 3-6 bulan dan jika perlu tambah jadi 2 kali seminggu seiring bertambahnya usia kehamilan
Yang perlu diperhatikan:
  • Pastikan apakah terapis atau masseur sudah terlatih untuk memijat ibu hamil
  • Segera katakana jika pijatan terlalu keras, karena rasa sakit bisa memicu kontraksi
  • Minyak pijat yang cocok untuk ibu hamil, misalnya minyak pijat anggur, sebab hipoalergik (tingkat alergi paling rendah), berkhasiat memberi elastisitas pada kulit, juga mengandung antioksidan

Mengatasi Puting Datar

Tak ada satu hal pun di dunia yang lebih membahagiakan dan membanggakan seorang ibu, selain jika ia berhasil menyusui bayinya dengan baik. Namun ada bentuk puting susu yang tidak normal, bisa menyulitkan proses menyusui, yakni puting datar. Bagaimana mengatasinya?

Puting datar terjadi akibat pelekatan yang menyebabkan saluran susu lebih pendek ketimbang biasanya dan menarik puting susu ke dalam (tied nipples). Kondisi ini biasanya bawaan lahir tapi bisa pula terjadi saat pubertas. Selain sulit membersihkannya, puting susu datar ini juga penyebab masalah psikologi. Seperti merasa tidak sempurna di mata suami atau lenyapnya rasa percaya diri bahwa ia bisa menyusui bayinya kelak.

Bila dibiarkan tanpa penanganan, puting susu datar memang akan menyulitkan proses menyusui kelak. Yakni bila mulut si kecil gagal "menangkap" puting susu ibu dengan benar.

Jika merasa puting Anda datar, silahkan coba beberapa cara berikut untuk mengatasi dan bila perlu, silahkan kunjungi dokter Anda terlebih dulu.
  • Tekan bagian belakang daerah areola dengan ibu jari dan telunjuk, sehingga kedua jari membentuk bulatan. Tekan hingga puting susu keluar dan tahan keadaan ini selama beberapa menit. Anda bisa melakukan hal ini 2 kali sehari
  • Setiap kali akan menyusui, Anda bisa merendam dulu puting susu Anda ke dalam air hangat yang berada di dalam suatu wadah sambil secara perlahan-lahan menarik-narik puting ke arah luar
  • Gunakan breast shields. Alat ini mampu membantu menyiapkan puting ibu untuk menyusui. Tekanan yang konstan pada areola menyebabkan alat bantu menyusui ini akan membantu puting susu menonjol keluar. Lama kelamaan, puting susu akan "terlatih" untuk tetap menonjol ke luar. Breast shields dapat dipakai dari bulan ke 4 sampai ke 7 kehamilan. Sebaiknya Anda memakai BH dengan cup (mangkuk) yang nyaman dan cukup besar, sehingga mampu menyangga breast shields yang digunakan. Awalnya, pakai breast shields selama beberapa jam setiap harinya. Selanjutnya, secara bertahap tambahkan waktu pemakaiannya.
  • Jika puting susu Anda dirasa masih kurang memadai untuk menyusui, gunakan nipple shields yang terbuat dari silikon atau lateks di atas puting susu Anda setiap kali menyusui. Namun, penggunaan nipple shields bisa menyebabkan jumlah ASI yang diminum bayi berkurang 22-58%, tergantung dari jenis nipple shields yang digunakan. Untuk mengatasinya, saat Anda mulai menyusui dengan nipple shields pada puting susu, selanjutnya segera lepaskan begitu ASI mulai mengalir.

5 Kiat Lancar ASI Eksklusif

Keputusan untuk menyusui bayi Anda secara eksklusif begitu indah. Ya, Anda telah memberikan bekal berharga untuk kehidupan dan tumbuh kembang bayi mungil Anda. Niat mulia Anda ini tentu berkaitan dengan lancarnya proses menyusui. Ada cara untuk sahabat seperti Anda yang ingin sukses menyusui!

1. Pijat payudara. Perawatan payudara selama hamil berperan besar dalam mewujudkan tercapainya program ASI eksklusif. Salah satu caranya dengan pijat payudara atau breast massage yang berguna untuk relaksasi dan membantu refleks pengeluaran ASI. Pijat payudara sebaiknya dilakukan sedini mungkin, yakni saat usia kehamilan 5 atau 6 bulan. Namun, hentikan pijat setelah usia kehamilan Anda masuk trimester ketiga, karena bisa menimbulkan kontraksi rahim. Pijat bisa Anda lakukan lagi setelah si buah hati lahir, baik sebelum menyusui atau sebelum memerah maupun saat saluran ASI tersumbat. Caranya:
  • Bersihkan payudara dengan air hangat, lalu pijat dengan menggunakan minyak (virgin coconut oil-VCO atau baby oil).
  • Pijat payudara selama beberapa menit dari arah pangkal (atas) payudara menuju puting (bawah) dengan gerakan memutar pada satu area payudara. Lakukan hal yang sama pada area payudara yang lain.
  • Pijat bagian atas dan bawah payudara dari arah pangkal ke arah puting. Kemudian, lanjutkan gerakan yang sama pada bagian samping payudara dari dada ke arah puting.
2. Merawat puting. Puting payudara Anda kering atau pecah-pecah? Tenang, masalah ini sering dialami beberapa ibu, baik saat hamil maupun ketika proses menyusui. Jangan buru-buru menyerah menyususi eksklusif karena ketidaknyamanan yang muncul, bahkan sakit atau perih saat menyusui bayi. Cegah puting pecah dengan membuatnya lentur dan kuat serta  bebas sumbatan, sehingga bayi nantinya tidak kesulitan menyusu. Lakukan hal-hal berikut dua kali dalam sehari.
  • Kompres puting susu dengan air hangat selama kurang lebih 2–3 menit.
  • Olesi puting dengan balsam khusus puting, dengan VCO atau baby oil.
  • Jangan membersihkan puting dengan sabun karena menyebabkan puting kering. Gunakan saja air dan handuk.
  • Persiapan puting susu untuk menyusui bayi dapat dilakukan bersamaan dengan pijat payudara. Caranya, tarik dan putar lembut puting dengan telunjuk dan ibu jari, ke arah dalam dan luar.
3. Rajin mencari informasi. Bagaimana bisa sukses menyusui dan lulus ASI eksklusif bila belum paham apa itu ASI ekslusif, cara menyusui atau pelekatan mulut bayi dengan benar? Jadi, lengkapi diri Anda dengan sejuta informasi mengenai proses menyusui. Banyak buku atau blog yang membahas tentang seluk-beluk menyusui. Mulai dari cara menyusui sampai bagaimana menanggulangi bila ada masalah menyusui, seperti breasfeeding blues, nyeri puting, payudara bengkak, sampai radang payudara (mastitis). Jadi, bila kebetulan terjadi gangguan proses menyusui, Anda bisa menanganinya. Bahkan, Anda bisa menjadi sumber informasi bila ada teman yang memiliki masalah menyusui. 

4. Perhatikan asupan nutrisi. Nutrisi optimal. Inilah salah satu modal persiapan menyusui. Konsumsi makanan bergizi seimbang agar Anda mampu memberikan gizi yang cukup kepada anak melalui ASI. Makanan yang mampu menjaga kualitas dan kuantitas produksi ASI adalah sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan, dan cukup cairan.

5. Ubah mindset. Ubah mindset atau pola berpikir Anda sejak hari ini! Tepis jauh-jauh pemikiran, “Saya sepertinya tidak mampu memberikan ASI eksklusif untuk bayi nanti kelak.” Mengapa? Tahukah Anda bahwa apa yang Anda pikirkanlah yang menyebabkan ASI keluar, begitu juga dengan kelancaran dan kesuksesan proses ASI eksklusif. Dengan kata lain, kunci sukses menyusui hanyalah dari ibu dan milik ibu.

Thursday, April 14, 2011

Bayi ASI “Kebal” Sakit

Bukti-bukti bahwa bayi yang mendapat ASI lebih tahan penyakit infeksi tertentu daripada yang dapat susu formula memang tak bisa dipungkiri lagi.

Ketika zat kekebalan tubuh (immunoglobulin) ditemukan dalam ASI, banyak ahli yang mengambil kesimpulan bahwa immunoglubulin akan meningkatkan  status kekebalan  tubuh bayi. Apalagi, selain immunoglobulin, di dalam ASI juga ditemukan berbagai antibodi spesifik yang dapat melawan bakteri dan virus yang sering menyerang saluran pernapasan dan usus  bayi.  Dari  penemuan-penemuan itu, orang lalu menghubungkan kekebalan “bayi ASI” terhadap infeksi.  Benarkah itu?
 
1. Terhindari infeksi. Dari penelitian Duncan B, dkk., yang dimuat dalam Pediatric Journal, 1993, terbukti bahwa ASI eksklusif paling tidak empat bulan pertama, dapat mengurangi kemungkinan bayi terkena infeksi saluran pencernaan (antara lain diare), infeksi saluran pernapasan, serta infeksi saluran telinga.
     
2. Faktor psikologis. Penelitian mengenai kekebalan tubuh yang berhubungan dengan faktor psikologis selama satu dekade,  telah membuktikan bahwa kondisi psikologi seseorang akan berpengaruh langsung pada fungsi kekebalan tubuhnya. Jadi, kedekatan ibu dengan bayinya pada proses menyusui akan membuat bayi lebih nyaman dan bahagia. Hal ini juga ikut meningkatkan kekebalan si bayi terhadap penyakit infeksi.

3. Immunoglobulin.
Immunoglobulin banyak ditemukan dalam ASI.  Konsentrasinya yang tertinggi ditemukan di kolostrum (susu jolong yang  keluar pada  3 sampai 5 hari pertama kehidupan bayi). Nah, immunoglobulin yang melindungi bayi dari infeksi telinga, hidung dan tenggorokan itu masih dapat  ditemukan di ASI  sampai usia setahun. Zat ini langsung berhubungan dengan lapisan hidung, mulut dan tenggorokan bayi, seolah-olah sebagai benteng perlindungan bayi agar tidak terinfeksi organisme yang mengancamnya .

4. Laktoferin.
Laktoferin akan mengikat zat besi, sehingga kuman tidak mendapatkan zat besi yang diperlukannya untuk hidup dan membelah diri. Zat ini juga paling banyak terdapat di kolostrum, namun akan tetap ada sepanjang tahun pertama usia bayi.

5. Lysozyme. ASI mengandung lysozyme 30 kali lebih tinggi dibandingkan susu formula apa pun. Lysozyme merupakan zat penting untuk proses pencernaan, berfungsi sebagai benteng dari “bakteri jahat” yang ada di usus halus.

6. Bakteri baik. ASI mendorong pertumbuhan bakteri baik, yaitu laktobasilus, yang dapat  menekan penyakit yang disebabkan bakteri jahat  (seperti E. coli) serta parasit. Pada bayi ASI, jumlah laktobasilus di dalam ususnya 10 kali lebih banyak dibandingkan dengan bayi susu formula.    

7. Faktor alergi. Penelitian membuktikan, penyebab alergi yang ada di susu formula yang berasal dari sapi  maupun kedelai, lebih lama berada dalam usus bayi  (sekitar 60 menit) dibandingkan dengan ASI. Jadi, kemungkinan munculnya alergi  pada anak ASI juga lebih rendah.  

Nah, melihat kelebihan ASI bagi benteng pertahanan tubuh bayi, jelas tak ada alasan bagi ibu untuk tidak mengusui bayinya. Anda tak ingin bayi mudah sakit ‘kan?

Wednesday, April 13, 2011

Halau 5 Kebiasaan Buruk Ini Saat Menyusui!

Kebiasaan Anda mempengaruhi sukses tidaknya Anda menyusui, bahkan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan. Apakah Anda merokok, sedikit-sedikit minum obat, diet gila-gilaan, begadang melulu dan suka minuman beralkohol? Bila “ya”, ubahlah kebiasaan itu agar produksi ASI Anda lancar.
  1. Merokok. Nikotin dalam rokok dapat masuk dalam tubuh bayi lewat ASI maupun udara yang terhirup bayi yang bisa membahayakan kesehatannya.
  2. Sedikit-sedikit minum obat. Senyawa aktif dalam obat dapat masuk ke dalam ASI dan berpengaruh pada kesehatan bayi.
  3. Diet ketat. Kebutuhan energi dan zat gizi yang tidka terpenuhi selama menyusui akan mengganggu kualitas dan kuantitas ASI.
  4. Suka begadang. Kelelahan akan membuat kesehatan dan produksi ASI terganggu. 
  5. Minum minuman beralkohol. Alkohol membuat proses tumbuh kembang bayi terhambat.